TSdpTfMlBSziGpd7GSM9GpA7Td==

Inovasi Teknologi Inspeksi: Mengembangkan Autonomous Magnetic Climbing Robot (AMCR) untuk Masa Depan Industri

Inovasi Teknologi Inspeksi: Mengembangkan Autonomous Magnetic Climbing Robot (AMCR) untuk Masa Depan Industri
Inovasi Teknologi Inspeksi: Mengembangkan Autonomous Magnetic Climbing Robot (AMCR) untuk Masa Depan Industri
Development of an Autonomous Magnetic Climbing Robot for Visual and NDT Inspections Utilizing GWO-Based Path Planning Approaches

Pada Juli 2024, saya, Mu’amar Fadlil, berhasil menyelesaikan proyek thesis berjudul "Development of an Autonomous Magnetic Climbing Robot for Visual and NDT Inspections Utilizing GWO-Based Path Planning Approaches" di Swiss German University (SGU). Proyek ini merupakan sebuah inovasi yang saya dedikasikan untuk mendukung efisiensi dan keselamatan kerja di dunia industri, khususnya di sektor inspeksi Non-Destructive Testing (NDT).

Inspirasi awal pengembangan robot ini berasal dari pengalaman saya sebagai Safety Officer pada proyek turn around di PT Polytama Propindo, setelah menyelesaikan pendidikan D3 Teknik Perminyakan di Akamigas Balongan. Tanggung jawab dalam memastikan keselamatan kerja saat inspeksi di ruang terbatas, khususnya pembersihan dan inspeksi ball tank, membuka mata saya terhadap risiko tinggi dan biaya besar yang ditimbulkan oleh metode konvensional, seperti instalasi scaffolding.

Melalui riset ini, saya berhasil merancang Autonomous Magnetic Climbing Robot (AMCR), sebuah robot yang mampu memanjat dinding baja setebal 8mm secara otomatis. Dilengkapi dengan Ultrasonic Thickness Gauge untuk mengukur ketebalan dinding dan kamera untuk inspeksi visual, robot ini dapat dikendalikan secara jarak jauh menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Dengan sistem ini, inspeksi dapat dilakukan dari lokasi berbeda, bahkan mengoperasikan robot di NTB dari Jakarta selama terhubung ke internet.

Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi risiko pekerjaan di ketinggian dan ruang terbatas, sekaligus memangkas biaya operasional seperti penggunaan scaffolding dan kebutuhan tenaga kerja tambahan. Saya percaya, penggunaan AMCR dapat menghemat biaya inspeksi tangki penyimpanan di industri minyak dan gas yang biasanya mencapai ratusan juta rupiah, serta mempersingkat waktu pengerjaan secara signifikan.

Keberhasilan proyek ini tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

  • Pak Dena Hendriana, BSc., S.M., Sc.D. – Advisor saya yang merupakan alumni S2 dan S3 dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), atas bimbingan dan ilmunya yang luar biasa.

  • Assoc. Prof. Dr. Ir. Henry Nasution, MT., IPP – Co-Advisor saya, seorang pakar mekatronika dengan Scopus Index 12, yang selalu memberikan arahan yang inspiratif.

  • Pak Dr. Ir. Gembong Baskoro, M.Sc., IPU., ASEAN Eng, ACPE, APEC Eng – Atas motivasi dan nasihatnya yang begitu berarti sepanjang perjalanan akademis saya.

Saya berharap inovasi ini dapat menjadi solusi praktis di berbagai industri, terutama dalam meningkatkan keselamatan kerja dan efisiensi proses inspeksi NDT. Saya optimis bahwa teknologi ini dapat membawa perubahan positif dalam dunia industri di Indonesia.

Melalui keberhasilan ini, saya bertekad untuk terus mendorong pengembangan teknologi inspeksi yang lebih maju. InshaAllah, ini baru awal dari perjalanan panjang saya untuk menghadirkan inovasi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri di masa depan.


Publikasi mengenai kegiatan ini juga telah tayang di portal berita Alif MH - Info

0 Comments